Jumlah Orang Miskin di Tanjungpinang Semakin Banyak
JUMLAH penduduk miskin di Kota Tanjungpinang meningkat tajam pada 2020 bila dibndingkan tahun sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang.
Dari data BPS penduduk miskin pada tahun 2017 sebanyak 19.190 orang. Kemudian pada 2019 jumlah orang miskin menurun menjadi 19.050. Namun pada 2020 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin secara signifikan yakni menjadi 19.980.
Artinya dalam kurun waktu setahun penduduk miskin bertambah 930 orang. Ini tentu harus menjadi perhatian. Karena bila peningkatan jumlah penduduk miskin tersebut tidak dibendung bisa jadi pada tahun 2021 akan kembali meningkat.
Untuk diketahui, dalam mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.
Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.
Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll.
Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.
Sumber Data : BPS Tanjungpinang

Komentar
Posting Komentar